• Home
  • Contact Us
  • MENAPAK-i kehidupan

    Hari ini, mari kita bahas topik tentang sedekah. Kawan-kawan sering tidak, mendengar bahwa, “Bersedekahlah maka rezekimu akan dilipat gandakan oleh Allah” atau “Kemarin aku bersedekah ke xxxx dengan nominal 1.000.000, lalu beberapa hari atau bulan atau tahun kemudian tanpa aku minta kakakku memberiku 10x dari sedekah yang aku berikan tempo hari.” Atau kalimat yang senada dengan itu mungkin? Jika pernah atau bahkan sering, ya kita sama.

    Kemudian, semakin banyak yang membagikan pengalaman-pengalaman serupa kepada khalayak ramai. Seperti keajaiban-keajaiban yang sekiranya tidak pernah terpikirkan mulai bermunculan. Dan, keluarlah kesimpulan bahwa semakin banyak kita bersedekah, semakin banyak pula kita akan menerima. Tidak salah memang, bahkan tidak sedikit yang tergerak hatinya untuk mulai bersedekah. Pun, di dalam Al-Qur’an juga dijelaskan yang demikian.

    Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan (Allah dan Rasul-Nya) baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah peinjaman yang baik, niscaya akan dilipat gandakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak. (QS. Al hadid: 18).

    Menanggapi fenomena yang terjadi akibat dari kalimat persuasive seperti diatas, dimana akupun pernah tertarik bahkan melakukan metode yang sama. Ya, aku berniat sedekah untuk mendapat perlipat gandaan dari sesuatu yang aku sedekahkan hahaha. Menurutku, kalimat seperti diatas akan sangat mudah memberi pengaruh kepada orang lain, apalagi sebagian besar manusia menginginkan sesuatu yang kasat mata serta sangat mudah untuk menyimpulkan. Seperti halnya pengalaman-pengalaman tadi. Hingga, suatu ketika aku seperti ditampar oleh sebuah kenyataan bahwa itu merupakan sesuatu yang kurang tepat. Yaa, mungkin teman-teman pernah merasa seperti ini atau mungkin aku saja yang mengalaminya? Dan, dampaknya ketika kita berharap bahwa itu akan dilipat-gandakan seperti apa yang kita beri atau sesuatu yang lebih (bersifat duniawi) tidak kita dapatkan, akhirnya kita pun kecewa. Berangsur-angsur mempertanyakan tentang keutamaan sedekah ini.

    Ternyata saat itu aku mengenal sedekah hanya untuk kepentingan duniawi saja, hanya untuk mendapatkan hal-hal yang berbau duniawi. Padahal jika dipelajari lebih dalam, sedekah  memiliki keutamaan lebih yang menurutku sangat layak untuk dijadikan motivasi bersedekah. Seperti berikut;

    1. Meringankan langkah kita menuju surga, 

    Alfialghazi, Instagram

    Alfialghazi, Instagram

    2. Dan, dari sini https://www.dictio.id/t/apa-saja-tujuan-dan-keutamaan-sedekah-menurut-agama-islam/48215/3

    Sekali lagi aku tegaskan bahwa, memang kalimat yang aku jadikan sorotan tadi menurutku kurang tepat. Karena, kalimat diatas seperti mengajakku untuk berorientasi pada kemewahan dunia. Padahal, hakikat sedekah untuk membersihkan jiwa dari cinta dunia dan salah satu bentuk cinta dunia adalah mencintai harta yang berlebihan. Selain itu, Allah pasti melipatgandakan apa yang ikhlas kita keluarkan untuk selain kita sesuai dengan firman Allah di surat Al-Hadid ayat 18, hanya saja kadang bentuknya bukan materi, bisa jadi; perasan semakin cinta Allah, sahabat yang selalu ada, teman yang selalu mengingatkan pada kebaikan keluarga yang masih lengkap, kucing yang lucu, ketenangan batin dan banyak hal baik lainnya. 

    Oiya, berikut aku lampirkan tips-tips sedekah sederhana yang sangat menginspirasi;

    Mutiara, Quora

    Atau bisa dibaca juga disini;


    https://id.quora.com/Apa-ide-sedekah-yang-anti-mainstream-tetapi-tetap-bermanfaat

    Aku harap tulisan ini membantu. Semoga Allah menjauhkan kita dari hal-hal yang menjauhkan kita kepada Allah. Aamiin.

    Dari manusia yang masih sangat-sangat kurang dalam berilmu agama, saya mohon maaf atas kesalahan yang ada.

     

    Cheers!


    Sources:

    https://www.inews.id/lifestyle/muslim/ayat-al-quran-tentang-sedekah-infaq/3

    https://www.dictio.id/t/apa-saja-tujuan-dan-keutamaan-sedekah-menurut-agama-islam/48215/3

    https://www.instagram.com/p/CZUPei4BhWf/?utm_source=ig_web_copy_link

    https://id.quora.com/Apa-ide-sedekah-yang-anti-mainstream-tetapi-tetap-bermanfaat

    Hidup ini adalah sebuah perjalanan. Ya, sudah sering mendengar kalimat ini yah? Dan, aku sangat setuju akan itu. Karena hidup ini terus membawa kita untuk bergerak, untuk melakukan sesuatu hal yang akan mengantarkan kita pada akhir tujuan yaitu berpulang ke rumah-Nya.

    Pict by Yayay Minjah

    Tidak terasa, ternyata aku berjalan sudah begitu jauh hingga sekarang usiaku 22 tahun, hingga sekarang aku sedang beradaptasi dengan dunia kerja, hingga sekarang aku sudah mulai memikirkan bagaimana memenuhi kebutuhan harianku sendiri. Padahal, jika ingatanku ditarik kembali, aku akan menemukan diri ini menangis karena kaki tersangkut di ayunan pun tertawa saat bermain petak umpet waktu TK, menangis karena tidak sengaja menelan permen expresso pun tertawa saat bermain lompat tali semasa SD, menangis ditinggal alm. Mas merantau untuk sekolah ke Boyolali Kota pun tertawa bersama regu paduan suara saat SMP, menangis saat aku merasakan culture shock pertama pun tertawa karena adegan film bioskop dengan teman semasa SMA, menangis ketika aku tidak bisa memahami apa itu flowcart, apa itu index, apa itu array pun tertawa ketika menapakkan kaki di China saat kuliah, hingga menangis karena tidak kunjung mendapat panggilan kerja pun menangis terharu setelah mendapat kerja akhir-akhir ini. Aku tidak tahu akan sampai episode mana tangisan dan tawaku berlanjut. Aku harap semua yang aku lalui bisa membawaku mudah untuk sampai kepada-Nya.

    Kenapa tidak menginginkan episode dengan isi tawa saja di masa depan? Karena aku menyadari, pada saat aku menangis sedih kemarin, aku sampai bisa menangis terharu. Jika saja aku menginginkan adanya tawa saja, apakah mungkin aku akan seterharu ketika aku merasakan tangisan terlebih dahulu? Aku rasa tidak. Lalu, kamu mengharapkan sesuatu yang buruk terjadi padamu? Bukan, aku bukan berharap melainkan menyadarkan diriku saja bahwa kemungkinan buruk pun bisa terjadi dalam perjalananku ini. Kejadian buruk yang menimpaku bisa jadi adalah alarm yang diberikan oleh-Nya atas dosa yang sengaja maupun tidak sengaja aku perbuat, agar aku tersadar dan kembali ke jalan-Nya, kejadian buruk yang menimpaku pasti akibat dari ulahku sendiri. Semoga dengan izin Allah, Allah terus mengingatkanku untuk tidak lelah memperbaiki diri hingga akhir hayatku ini.

    Newer Posts Older Posts Home

    Quote

    There is no easy things in this world without blessing that Allah gives.

    SUBSCRIBE & FOLLOW

    POPULAR POSTS

    • Petualang
    • Janji Allah itu Pasti
    • Cara Ampuh Meningkatkan Semangat Hidup

    Search This Blog

    Blog Archive

    • ▼  2022 (7)
      • ►  July (1)
      • ►  April (1)
      • ►  March (1)
      • ►  February (2)
      • ▼  January (2)
        • Esensi Sedekah : Pelipatgandaan Rezeki Jalur Sedekah?
        • Petualang
    • ►  2021 (4)
      • ►  December (1)
      • ►  September (3)
    • ►  2019 (2)
      • ►  December (1)
      • ►  September (1)
    • ►  2018 (2)
      • ►  April (1)
      • ►  March (1)
    • ►  2017 (5)
      • ►  November (5)
    Powered by Blogger.

    Report Abuse

    • Beranda

    About Me

    My photo
    Dindarendraa's
    View my complete profile

    Pengikut D

    Popular Posts

    • Petualang
    • Apa yang membentuk kita?
    • Janji Allah itu Pasti
    • Masih Belum Punya Tujuan Hidup

    Trending Articles

    • Petualang
    • Janji Allah itu Pasti
    • Cara Ampuh Meningkatkan Semangat Hidup

    Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi