• Home
  • Contact Us
  • MENAPAK-i kehidupan
    Malam-malam keinget cokelat yang dibeliin ayah minggu lalu yang masih aku simpan dalam kulkas. Lalu, aku buka kulkas dan mengambil cokelatku. Ku buka bungkusnya dan ku potek kotak bagian pertama. Kemudian aku gigit setengahnya. Hiyaa pada ngiler yak? hahaha. Malah jadi iklan gini.
    Foto Pribadi 2022

    Lanjut cerita, aku ingat lagi waktu tanggal 14 kemarin ramai betul pada dikasih cokelat sama ayang kan ya? Dan, tanggal sebelum 14 itu 13, ya iyalah masa 10. Di tanggal 13 itu inget banget, aku lihat postingan di jktinfo apa ya? Pokoknya suatu produsen cokelat terkenal di Indonesia bernama Silver Queen bagi-bagi cokelat gratis di hari itu dan besoknya. Mana, waktu itu lagi pengen banget yang manis-manis. Terucaplah, "Ya Allah pengen cokelat". Sebenarnya bisa ke supermarket terus beli sendiri dan setiap ke supermarket lewatin itu cokelat, tapi pas lihat ga jadi pengen beli. Hahaha. 

    Long story short, tanggal 20 kemarin aku ke supermarket sama ayah buat jajan. Kala itu, di dekat kasir ayah noel bahu. "Ga mau itu?" sambil nunjuk cokelat. Tentunya dengan semangat aku langsung ambil satu. Ayah bilang dua sekalian juga gapapa. "Yeay! oke!" (Manusia 20th++ bersorak sorai karena dua batang cokelat hahaha). 

    Kayaknya kalau dibaca ini tuh hal yang biasa ya? Atau bahkan biasa orang-orang menyebutnya kebetulan. Tetapi, yang aku yakini seperti kata Bung Fiersa Besari, "Kebetulan adalah takdir yang menyamar" dan takdir itu dituliskan oleh Allah. Mungkin ada juga pemikiran ya wajar aja si dikasih bokapnya. Hehe, itu mah pemikiran-pemikiran kamu saja, nak (berbicara pada diri sendiri).

    Eits, aku tidak ingin menggarisbawahi perihal cokelat itu kawan. Inti dari kisahku malam ini adalah aku dikasih cokelat ayah karena Allah denger keinginan yang bahkan aku aja keinget dua minggu setelahnya. 

    So, pesan moral yang bisa dipetik adalah buat kita yang ngerasa kenapa doa-doaku belum juga terkabulkan? Pasti beberapa sudah, tapi bisa jadi kita lupa doa apa, mana, dan kapan yang sudah Allah ijabah. Tugas kita sekarang cukup terus saja berdoa, berusaha, dan percaya pada-Nya. Urusan kapan didatangkan, kapan dipertemukan, kapan diberikan cukup kita pasrahkan. Bukan begitu, kawan? 

    Oiya, cukup juga lihat doa orang lain yang sudah di ijabah Allah yaa, apalagi membandingkan doa kita yang kita rasa belum terijabah. Berat. Aku selalu percaya apa yang mereka tampakkan itu tidak 100% kehidupan mereka, pasti ada kesabaran, kesedihan, kemarahan, kekecewaan, penyesalan, dan berderet ujian lainnya yang Allah beri. Mereka hanya menampakkan secuil saja dari kehidupan yang sebenarnya.

    Don't think that someone else is more blessed than you are, Allah blessed us in different ways. -Sabrful 

    Jangan berpikir orang lain lebih diberkahi daripada kamu, Allah memberkahi kita dengan cara yang berbeda. -Sabrful 

    Main rumah ayang bawa kue lapis 
    Tidak lupa bawa martabak manis 
    Kawan-kawan ayo optimis 
    Karena kasih Allah tak akan pernah habis 

    Dari manusia yang masih sangat-sangat-sangat kurang dalam berilmu dan butuh lebih banyak bimbingan. Mohon maaf atas semua kesalahan.

    Cheers!

    Beberapa hari ini rasanya ingin menulis, tetapi bingung mau menulis apa. Pasalnya, seperti ada yang kurang jika otak dan perasaan tidak sepenuhnya terfokus pada apa yang aku tulis. Seperti ada yang janggal, seperti ada yang kurang. Alhamdulillah, malam ini ada angin segar membawa inspirasi.

    Di hari yang cerah, pada tahun 2017 (Kalau diingat lagi sudah lama sekali ya hahaha). Waktu itu aku mengikuti sebuah akun selebgram bernama @wirda_mansur, dimana saat itu Wirda sedang menjalani study di luar negeri. Di instagram ia aktif berbagi pengalaman serta tips-tips atau lebih ke amalan-amalan apa saja sih yang dia rutin lakukan hingga bisa menjelajah beberapa negara, yang menurutku saat itu ia termasuk usia belia. Dari mulai rajin membaca Al-Waaqiah hingga shalawat untuk meraih mimpinya.

    Cerita dimulai dari sana. Saat itu aku seorang yang masuk kategori tidak tahu mau masuk jurusan apa, mau kemana, pun punya cita-cita apa. Hahaha, untuk adik-adik tolong jangan ditiru mbak satu ini yah, tolong segera find your dream and make it comes true oke! Setelah baca ini semoga kalian wahai 'malunyaan' manusia belum punya tujuan (bukan manusia belum punya pasangan ya, tolong dicatet!) segera mendapatkan titik terang yang kalian sebut sebagai tujuan.
    Foto Pribadi 2017

    Nah, aku mulai tertarik untuk memiliki mimpi yang sama seperti Wirda saat itu, 'Kayaknya seru bisa ke luar negeri, pengen'. Berangkatlah aku mengikuti amalan-amalan yang wirda sebutkan tadi, termasuk kertas yang aku tempel di beberapa tempat dengan tulisan yang sama seperti gambar di atas (tulisannya harap dimaklumi yah). Pokoknya aku pepeeet terus Allah dengan sepenuh raga tapi separuh jiwa.

    Atas izin Allah, Allah beneran mengabulkan doa-doa itu. Pada September 2019 pertama kalinya aku menginjakkan kaki di negeri tirai bambu untuk menyelesaikan program study ku setelah banyak penolakan-penolakan yang aku dapatkan. Long story short, aku tinggal di sana, adaptasi dengan budaya, makanan, hingga pola hidup di sana. Rasanya senang bukan kepalang tetapi seperti ada yang kurang. I couldn't figure it out. Hingga pandemi menyapa, aku makin merasa kayak di dalam diri aku berkecamuk. Seakan ada beberapa kelompok di dalam sana yang lagi berperang merebutkan kekuasaan.

    Suatu ketika aku ada dititik mempertanyakan, aku sudah menggapai mimpiku loh, Allah sudah berikan itu padahal. Tetapi kenapa masih kurang? (Cerita ini bisa kalian baca di http://www.menapakikehidupan.my.id/2021/12/tips-meningkatkan-semangat-hidup.html?m=1) Dan, ketika aku krisis tujuan hidup, bersaman dengan itu perasaanku sedang terombang-ambing karena belum juga mendapat pekerjaan. Waw, double kill! hahaha.

    Baiknya Allah, dari situ tuh aku mulai digerakkan hati untuk melakukan metode root cause analysis dan mencoba jujur ke diri sendiri. Dari mimpiku yang ingin ke luar negeri, saat itu dalam hati yang paling dalam aku tidak sepenuhnya tahu kenapa sih aku harus ke luar negeri? Kenapa sih aku harus memilih impian keliling dunia? Apakah agar aku kira ini mimpi yang tinggi, supaya sama kayak yang lain 'janganlah takut bermimpi tinggi'. Iya memang tinggi sih, tapi apakah ini yang aku butuh? Aku temui jawaban itu tahun lalu, dan jawabannya 'tidak sepenuhnya aku butuh, tidak sepenuhnya aku tahu'. Dan itulah kenapa aku mengatakan di paragraf sebelum-sebelumnya "Pokoknya aku pepeeet terus Allah dengan sepenuh raga tapi separuh jiwa." Inti permasalahan adalah mimpiku saat itu, bukan yang aku butuh pun bukan yang sepenuhnya aku mau.

    Sehingga aku menemukan bahwa aku harus membetulkan niat dan tujuanku agar tidak lagi aku bertanya 'aku sudah dapat, lalu apa?'. Kemudian, aku mulai bertanya pada diri sendiri apa yang membuat aku tenang dan senang saat melakukannya. Hingga aku menemukan ketenangan ketika aku bisa mengingat-Nya, aku senang mencari tahu apa yang Ia suka. Aku mulai seleksi ulang beberapa impian yang dari dulu aku pegang. Beberapa yang sekiranya tidak membuatku meraih ridho Allah mulai aku singkirkan. Beberapa yang sekiranya lolos menjadi jembatan meraih ridho Allah, dalam doa-doaku sematkan. Alhamdulillah semenjak itu sekalipun ada guncangan, Allah memberi aku tenang.

    Jika saat ini belum memiliki tujuan, coba direncanakan, buat daftar pilihan kemudian tetapkan. Hanya sekedar saran, lebih baik memilih ridho Allah sebagai tujuan. Karena jika ridho Allah sudah di dapatkan, insyaAllah hati akan ditenangkan, urusan akan dimudahkan, pikiran berisi kebaikan-kebaikan. Menyenangkan bukan?

    Oiya, kelupaan. Coba telusuri makna ayat-ayat pada surat yang pasti kita baca saat sholat, di peramban. Seperti 'yaitu jalan orang-orang yang telah Allah beri nikmat atas mereka (para nabi, shidiqqin, sahabat, dan pendahulu kita)' penuh cobaan, karena yaa surga yang jadi ganjaran. Mari saling menguatkan, supaya di surga kita bisa reunian.

    Dari manusia yang masih sangat-sangat-sangat kurang dalam berilmu dan butuh lebih banyak bimbingan. Mohon maaf atas semua kesalahan.

    Cheers! 
    Newer Posts Older Posts Home

    Quote

    There is no easy things in this world without blessing that Allah gives.

    SUBSCRIBE & FOLLOW

    POPULAR POSTS

    • Petualang
    • Janji Allah itu Pasti
    • Cara Ampuh Meningkatkan Semangat Hidup

    Search This Blog

    Blog Archive

    • ▼  2022 (7)
      • ►  July (1)
      • ►  April (1)
      • ►  March (1)
      • ▼  February (2)
        • Cokelat Dari Allah Bukan Dari Ayang
        • Masih Belum Punya Tujuan Hidup
      • ►  January (2)
    • ►  2021 (4)
      • ►  December (1)
      • ►  September (3)
    • ►  2019 (2)
      • ►  December (1)
      • ►  September (1)
    • ►  2018 (2)
      • ►  April (1)
      • ►  March (1)
    • ►  2017 (5)
      • ►  November (5)
    Powered by Blogger.

    Report Abuse

    • Beranda

    About Me

    My photo
    Dindarendraa's
    View my complete profile

    Pengikut D

    Popular Posts

    • Petualang
    • Apa yang membentuk kita?
    • Janji Allah itu Pasti
    • Masih Belum Punya Tujuan Hidup

    Trending Articles

    • Petualang
    • Janji Allah itu Pasti
    • Cara Ampuh Meningkatkan Semangat Hidup

    Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi