Pernah tidak kamu berada pada titik dimana kamu tidak tahu lagi harus bagaimana? Kehilangan semangat? Kehilangan keinginan untuk bertekad? Bahkan kehilangan tenaga untuk menyantap teh hangat? Rasanya seperti kita hidup tapi mati. Tidak ada kehidupan di dalam diri kita, tidak ada tujuan yang ingin kita tuju. Atau, kita mempunyai impian tetapi setelah kita mencapai itu, kita kemudian bertanya-tanya "lalu apa?". Tidak ada kebahagiaan, hanya kehampaan yang bersarang di hati?
Aku pernah sobat, "Hidup tidak akan membosankan jika kita mempunyai tujuan" adalah quote yang aku tulis, aku tempel di dinding, kemudian aku aamiinkan dalam hati. Setiap aku melihat tulisan itu, dalam benak selalu mengiyakan. Hingga suatu ketika Allah mengijinkanku tidak lagi hanya mengiyakan tetapi mulai mempertanyakan.
Iya ya? Tujuan aku hidup ini apa ya? Aku sudah sampai di titik ini. Sudah mendapatkan apa yang sempat aku minta ke Allah dulu. Tapi kok rasanya sekarang ini aku ga ada semangat lagi ya? Aku harus punya tujuan seperti apa agar aku tetap semangat menjalani hari demi hari hingga tubuhku berbaring di liang lahat nanti?
Pertanyaan itu, mencuplik sebuah nasihat yang pernah aku dengar dahulu kala. Katanya "Urip iku mung mampir ngombe". Hidup itu cuma mampir minum. Kalau minum itu biasanya cuma sebentar. Berarti hidup itu tidaklah lama. Kemudian, Allah seperti sengaja menasihatiku dan dengan tanpa sengaja aku sering membaca postingan serupa, mendengar nasihat serupa. Kemudian, aku percaya bahwa surga itu benar-benar ada. Semakin yakin karena postingan yang aku bilang serupa tadi salah satunya mengatakan bahwa dunia ini bukanlah rumah yang sebenarnya.
Sebelum aku tersadar, saat itu hidupku benar-benar kacau, seperti hidup tapi tidak hidup. Setiap hari aku ingin tidur kemudian bangun-bangun sudah ada di surga ketemu sama Allah sama mas(percaya diri sekali saya ini akan masuk surga padahal dosa masih banyak), cerita ke Allah kalau di dunia capeek dan sumpek banget(Alhamdulillah lewat postingan juga kalau mau ngobrol sama Allah di dunia juga bisa)


