Petualang

Hidup ini adalah sebuah perjalanan. Ya, sudah sering mendengar kalimat ini yah? Dan, aku sangat setuju akan itu. Karena hidup ini terus membawa kita untuk bergerak, untuk melakukan sesuatu hal yang akan mengantarkan kita pada akhir tujuan yaitu berpulang ke rumah-Nya.

Pict by Yayay Minjah

Tidak terasa, ternyata aku berjalan sudah begitu jauh hingga sekarang usiaku 22 tahun, hingga sekarang aku sedang beradaptasi dengan dunia kerja, hingga sekarang aku sudah mulai memikirkan bagaimana memenuhi kebutuhan harianku sendiri. Padahal, jika ingatanku ditarik kembali, aku akan menemukan diri ini menangis karena kaki tersangkut di ayunan pun tertawa saat bermain petak umpet waktu TK, menangis karena tidak sengaja menelan permen expresso pun tertawa saat bermain lompat tali semasa SD, menangis ditinggal alm. Mas merantau untuk sekolah ke Boyolali Kota pun tertawa bersama regu paduan suara saat SMP, menangis saat aku merasakan culture shock pertama pun tertawa karena adegan film bioskop dengan teman semasa SMA, menangis ketika aku tidak bisa memahami apa itu flowcart, apa itu index, apa itu array pun tertawa ketika menapakkan kaki di China saat kuliah, hingga menangis karena tidak kunjung mendapat panggilan kerja pun menangis terharu setelah mendapat kerja akhir-akhir ini. Aku tidak tahu akan sampai episode mana tangisan dan tawaku berlanjut. Aku harap semua yang aku lalui bisa membawaku mudah untuk sampai kepada-Nya.

Kenapa tidak menginginkan episode dengan isi tawa saja di masa depan? Karena aku menyadari, pada saat aku menangis sedih kemarin, aku sampai bisa menangis terharu. Jika saja aku menginginkan adanya tawa saja, apakah mungkin aku akan seterharu ketika aku merasakan tangisan terlebih dahulu? Aku rasa tidak. Lalu, kamu mengharapkan sesuatu yang buruk terjadi padamu? Bukan, aku bukan berharap melainkan menyadarkan diriku saja bahwa kemungkinan buruk pun bisa terjadi dalam perjalananku ini. Kejadian buruk yang menimpaku bisa jadi adalah alarm yang diberikan oleh-Nya atas dosa yang sengaja maupun tidak sengaja aku perbuat, agar aku tersadar dan kembali ke jalan-Nya, kejadian buruk yang menimpaku pasti akibat dari ulahku sendiri. Semoga dengan izin Allah, Allah terus mengingatkanku untuk tidak lelah memperbaiki diri hingga akhir hayatku ini.

0 Comentarios