Bismillah,
Akhir-akhir ini cukup berat untuk dijalani, tetapi tidak yang sampai aku menyatakan ingin menyerah saja. Kegagalan demi kegagalan kali ini mengantarkanku pada banyak pemahaman baru. Aku mulai belajar lagi bagaimana memperbaiki diri dan hidupku. Ya, aku mulai mencari kerja. Aku mulai menentukan target akan seperti apa diriku di masa yang akan datang. Aku mulai mencari motivasi terkuat agar aku juga semakin kuat untuk bertahan.
Dulu, aku sempat memiliki mimpi ingin berkeliling ke luar negeri. Alhamdulillah, atas izin Allah, aku mendapat beasiswa Sarjana dari pemerintah Kabupaten Boyolali (terima kasih aku ucapkan sebesar-besarnya kepada pemerintah Kabupaten Boyolali yang telah memberikan kesempatan dan kepercayaan ini kepadaku).
Sesampainya pada semester akhir, aku mulai mempertanyakan pada diriku sendiri, aku sudah mendapatkan apa yang dahulu aku doakan, apa yang dulu aku impikan. Tetapi, dalam hati yang paling dalam aku bertanya, "Kok aku tidak merasa bahagia ya? Kok ada yang mengganjal ya?". Ya, setelah aku mendapatkan mimpiku, aku kehabisan mimpi, sehingga aku seperti orang yang kehilangan arah. Tidak ada tujuan, tidak ada motivasi yang kuat untukku terus melangkah maju. Kegagalan yang telah aku lalui di masa itu pun menjadikanku takut untuk mengambil resiko baru.
Aku sadar, tanggungjawabku saat ini bukan hanya diriku, bukan hanya keluargaku, tapi ada nama baik pemerintah Kabupaten Boyolali dan kedua kampus yang mengantarkanku sampai sejauh ini. Aku paham betul akan itu, dan dulu itu juga menjadi salah satu penyebab perasaan tertekan yang semakin bertambah. Alhamdulillah, atas izin Allah, sekarang aku berusaha menjadikan itu sebagai motivasiku untuk bangkit, motivasiku untuk memperbaiki diri, dan motivasiku untuk berjuang hingga akhir.
Aku sudah memutuskan bagaimana aku nanti. Tidak, aku tidak akan membagikan apa rencanaku di masa mendatang di sini. Aku hanya ingin menyampaikan bahwa,
“Maka ingatlah Aku, niscaya Aku pun mengingatmu.” (QS. Al Baqarah: 152)
Setiap aku merasa lelah aku berusaha untuk meminta petujuk kepada Allah. Bukan, bukan doaku untuk mendapat apa yang aku mau langsung diijabah saat itu juga. Tetapi Allah menghadiahiku pemahaman tentang bagaimana aku harus bersabar menunggu dan berusaha, bagaimana aku berjuang untuk menerima dan kembali bangkit, bagaimana aku kehilangan teman dan belajar mengakui kesalahan karena aku masih kurang berperan dalam menjadi teman juga belajar mengakui jika aku menyayangi mereka, bagaimana keluarga benar-benar memberikanku kepercayaan untuk memutuskan pilihan dan selalu mendukungku, bagaimana aku mendapat kedamaian padahal aku belum mendapat panggilan, bagaimana aku mendapat motivasi untuk memulai menulis kembali, dan masih banyak pelajaran yang Allah berikan di balik kegagalan-kegagalanku kali ini.
Keren-Nya, Allah masih menghadiahiku teman-teman yang sering menanyakan kabar, teman-teman yang sering memberikan dukungan, teman-teman yang sering mengirimkan lowongan, teman-teman yang ringan memberikan saran, rezeki berupa pelanggan.
Untuk teman-teman yang sering khawatir bagaimana aku sekarang, Alhamdulillah aku sangat baik. Semoga kalian juga yaa.
Dan, untuk yang sedang berjuang, semoga Allah selalu membuat hati kalian lapang.
Cheers!

0 Comentarios